Sidebar One

Pages

Kamis, 15 September 2016

Partai Final Supercopa de Espana Leg-2 Melawan Real Madrid (Bag-3) #FM15

by Noval Yhan  |  in Story at  23.20

Ok guys, ini artikel ketiga saya di blog ini yang merupakan bagian ketiga dari artikel sebelumnya yang dapat anda lihat disini : bag-1bag-2.

Sebelum agan melanjutkan membaca cerita saya ini, perlu saya ingatkan terlebih dahulu bahwa segala tindakan/keputusan yang saya ambil dalam cerita ini adalah berdasarkan pemahaman saya sendiri. Tindakan/keputusan ini tidak mutlak untuk anda jadikan sebagai panduan tetap, namum bisa anda jadikan sebagai panduan sementara atau tambahan pengetahuan saja.

Sedikit catatan bahwa pertandingan yang akan saya ceritakan di bawah ini adalah pertandingan yang kedua, karena pertandingan pertama tidak sempat saya simpan. Kronologinya seperti ini, pada pertandingan pertama saya sempat menang dengan skor besar seperti yang dapat anda lihat pada gambar di bawah ini.
Pertandingan pertama yang belum sempat disave.

Screenshots yang ada di atas masih sempat saya abadikan sesaat setelah pertandingan berakhir. Namun setelah saya akan menyimpan (save) game (sekitar 5 detik setelah saya menekan ctrl+s) tiba-tiba listrik padam. Kebayang kan bagaimana perasaan saat saya pada saat itu? Ingin sekali meluapkan amarah ini, tapi tak tahu kepada siapa.

Saat akan melanjutkan main game lagi, saya masih tidak mood untuk melanjutkan save-an saya. Akhirnya saya buka FM16 dan membuat save-an baru. Saat memainkan FM16 saya malah merasa kangen untuk memainkan FM15 karena ada rasa penasaran untuk mengetahui hasilnya seperti apa jika saya memainkannya lagi. Alasan lainnya adalah alasan utama kenapa saya belum move-on dari FM15 adalah FM15 saya saat ini sudah terinstal sound pack/komentator pack sementara FM16 belum terinstal sound pack/komentator pack. Akhirnya saya quit game dari FM16 dan melanjutkan save-an saya di FM15.

MATCH
Setelah selesai merancang taktik, tibalah saatnya saya akan menceritakan bagaimana saat pertandingan. Pertandingan akan segera digelar, Barcelona menjadi tim yang diunggulkan oleh Odds kali ini, namun kami tidak ingin terlena dengan status tersebut. Saatnya memilih skuad yang bermain sebagai starter.
Pemain Inti :
GK – C. Bravo dengan role SK-support (Ter Stegen terpaksa dicadangkan untuk pertandingan kali ini karena kurang konsisten mainnnya dari musim kemarin)
DR – D. Alves dengan role WB-support
CBR – G. Pique dengan role CD-support
CBL – M. Bartra dengan role CD-support
DL – J. Alba dengan role WB-support
DM – S. Busquet dengan role Regista-support
MCR – I. Rakitic dengan role BBM-support (posisi dan role antara Rakitic dengan S. Roberto diubah pada saat pemilihan skuad, mengingat pada pertandingan pertama Madrid menggunakan formasi 4-1-4-1 dengan posisi E. Banega di posisi MCL sebagai CM-support)
MCL – S. Roberto dengan role CM-support
AMR – Lionel Messi dengan role IF-attack
AML – Neymar dengan role IF-attack
STC – Luis Suarez dengan role DLF-attack
Pemain Pengganti :
Ter Stegen (GK), Danilo (DR), Adriano (DL), A. Dragovic (CB), Munir (ST), A. Iniesta (MC), dan J. Mascherano (DM)


Untuk melihat bagaimana taktik yang telah saya buat itu bekerja dengan baik atau tidaknya, saya mengaktifkan menonton video pertandingan secara full (biasanya saya hanya mengaktifkan pilihan extended, untuk mempersingkat waktu). Kita bisa memilih mengaktifkan pilihan extended jika memang kita sudah mampu menilai atau menganalisa dengan cepat suatu pertandingan menski hanya ditayangkan sekedar sebuah highlight saja.


Babak pertama dimulai, si kulit bundar diapit oleh Rakitic dan Luis Suarez, wasit meniup pluit tanda pertandingan dimulai. Suarez yang melakukan sentuhan pertama mengoper bola kepada Rakitic dan langsung berlari menuju zona 11. Bola diarahkan oleh Rakitic ke belakang kepada Bartra dengan tujuan memancing pemain Madrid untuk bergerak naik. Bartra mengarahkan bola ke tengah kepada S. Roberto yang ada di depannya. Roberto sedikit menahan bola menunggu Luis Suarez memasuki zona 14 kemudian melepaskan umpan panjang kepada Luis Suarez. Nicolas Nkoulou mencoba menghentikan Suarez tapi gagal, Suarez berhasil melewati Nkoulou. Suarez drible bola hingga ke dalam kotak penalti mencoba melewati Sergio Ramos, namun bola berhasil dihadang oleh Ramos dan mengarah kepada Ever Banega. Banega melepaskan umpan pendek kepada Kross yang ada didepannya. Kross sedikit menahan bola menunggu para pemain Madrid lainnya untuk naik. Kross tidak menyadari Sergi Roberto berusaha merebut bola dari belakangnya, Kross terjatuh namun wasit tidak melihat itu sebagai sebuah pelanggaran. Bola yang berhasil direbut oleh S. Roberto langsung diarahkan kepada Neymar yang berusaha naik menjemput bola. Neymar menggiring bola hingga memasuki kotak penalti tanpa terkawal pemain belakang Madrid lalu melepaskan tembakan ke arah kanan gawang Madrid (sudut sempit) yang dijaga oleh Keylor Navas. Tendangan keras Neymar tidak mampu dibendung oleh Navas, bola sempat menyentuh kaki kanan Navas kemudian mengarah ke awang, GOAL.....!!! Gemuruh sorak penonton langsung memenuhi stadion Camp Nou, harapan untuk bisa mengejar defisit 2 gol pun makin kuat. 1-0 untuk Barcelona yang dicetak oleh Neymar pada 00:20.
Kick off babak pertama

Awal proses terjadinya gol pertama
 
Goal Neymar di detik ke 20 babak pertama, 1-0 untuk Barcelona
Gol pertama ini terjadi dengan sangat cepat yang membuat para pemain Madrid tidak sempat menyadarinya. Gol ini terjadi dengan strategi yang sesuai dengan rencana saya menjadikan para pemain di posisi AMR dan AML sebagai pemain kunci, dan proses gol ini telah membuktikannya. Meskipun pada awalnya Suarez yang menjadi target umpan, dimana hal ini dimaksudkan untuk membuat para pemain Madrid terfokus ke tengah, pergerakan Neymar dan Messi dijadikan sebagai kunci untuk memanfaatkan perhatian para pemain belakang Madrid yang terfokus ke tengah. Pada saat Suarez melakukan dribling hingga mencapai area kota penalti, kedua pemain tengah Madrid Nkoulou dan Ramos ikut menyempit ke tengah bersamaan dengan kedua wing back mereka. Namun pergerakan wing back kanan Madrid (Carvajal) untuk mengantisipasi pergerakan Neymar masih kalah cepat sehingga Neymar lebih dahulu mengeksploitasi half space kanan Madrid. Serangan Barcelona yang gagal membuat Carvajal mengambil posisi melebar untuk memberikan opsi jalur umpan baru bagi Kross yang masih menahan bola. Namun pergerakan Cravajal terbilang lambat dan menjadi sebuah kesalahan baginya karena membiarkan Neymar yang masih berdiri bebas di half space kanan Madrid sehingga ini menjadi gol cepat bagi Barcelona.

Baru 5 menit berselang setelah gol pertama tercipta, gol kedua bersarang di gawang Keylor Navas. Kali ini masih terjadi di sektor kanan pertahanan Madrid yang dikawal oleh Dani Carvajal. Bermula dari sebuah lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Jordi Alba. Alba melakukan lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Madrid mengarahkan kepada Neymar yang berdiri di dekatnya. Bola yang diarahkan ke kepala Neymar langsung di sundul dan jatuh ke samping kanan yang kemudian dikejar oleh Alba. Carvajal berusaha menghadang Alba namun Alba berhasil melewatinya dengan aksi yang sangat cantik. Bola diarahkan ke depan dengan cepat kemudian Alba bergerak pula dengan cepat melewat Carvajal, sehingga Carvajal hanya menghadang angin. Bola semakin mendekati garis belakang, Nkoulou terpancing keluar mencoba menutup ruang tembak Alba sehingga membuat Neymar tidak terkawal. Bola diarahkan kepada Neymar.  Neymar mencoba mengambil inisiatif untuk segera melepaskan tembakan ke arah gawang, namun dengan cepat Javi Martinez langsung menutup ruang tembak Neymar sehingga membuat Neymar memutar badannya membelakangi Martinez. Alba mencoba bergerak meminta bola, Neymar mengarahkannya kepada Alba. Alba berusaha menggiring bola ke sisi kanan gawang Madrid, Javi Martinez berusaha mengejar dan menutup pergerakan Alba. Dengan cepat Alba melakukan umpan diagonal ke belakang mengarah kepada Sergio Busquet yang berdiri di luar kotak penalti. Kross yang sedari tadi berusaha mengawasi Sergio Busquet tidak menyadari bola telah diarahkan ke kaki Busquet, Busquet tidak berusaha menahan bola, namun dengan satu sentuhan saja, Buqsquet dengan kaki kirinya mengarahkan bola dengan keras ke sisi kanan gawang Keylor Navas. GOAL...!!! menit ke 05:20 bola bersarang ke gawang Madrid, membuat stadion Camp Nou makin bergemuruh. Asa untuk memenangkan pertandingan ini makin besar. Saya menghela nafas panjang dan menghembuskannya untuk menghilangkan ketegangan yang tercipta selama 5 menit pertandingan. 2-0 untuk kemenangan sementara Barcelona.
Awal proses terjadinya gol kedua Barcelona -1

Awal proses terjadinya gol kedua Barcelona -2

Awal proses terjadinya gol kedua Barcelona -3

Goal Sergio Busquet di menit ke 05:20 babak pertama, 2-0 untuk Barcelona
Tertinggal 2-0 Madrid masih kesulitan untuk mengembangkan permainannya. Setiap serangan yang berusaha dibangun seakan menghadapi tembok kokoh di lapangan tengan yakni di zona 8 dan 11. CR7 yang berjuang sendirian di depan berusaha menggiring bola di tengah (zona 11) diikuti oleh S. Roberto. Bartra datang menghadang dan menghentikan CR7. S. Roberto memanfaatkan bola liar CR7 lalu mengarahkan bola kepada Neymar yang berdiri bebas di zona 12. Neymar arahkan bola kepada Suarez di tengah (zona 11). Ever Banega dan Martinez berusaha merebut bola dari kaki Suarez, namun bola dengan cepat diarahkan ke sisi kanannya ke arah Rakitic yang berada di depan kotak penalti. Sedikit menahan bola sambil mencari rekannya, Rakitic memutuskan melepaskan umpan terobosan kepada Messi yang bergerak melalui belakang Darijo Srna. Namun bole belum sempat dikejar oleh Messi, Darijo Srna dengan cepat membuang bola ke belakang sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut untuk Barcelona. Satu hal yang sangat menarik buat saya ketika melihat momen ini adalah formasi mini berlian yang dibangun oleh Busquet, Rakitic, Sergi Roberto dan Luis Suarez menjadi formasi yang sulit untuk di lewati oleh pemain Madrid serta membuat kekompakan Javi Martinez, Ever Banega dan Kross mudah untuk terpancing keluar dari posisinya.


Formasi ketiga gelandang Madrid yang mudah untuk ditembus oleh serangan Barcelona
Madrid berusaha keluar dari tekanan, Kevin Volan menggiring bola ke tengah lalu mengarahkannya kepada J. Martinez. Rakitic terpancing keluar dari posisinya melakukan prssing kepada Martinez yang membuat Ever Banega tidak terjaga. Martinez mengarahkan bola kepada Banega. Banega sedikit memainkan bola menunggu CR7 berusaha keluar dari jebakan offside, kemudian mengarahkannya lurus ke depan kepada CR7. CR7 yang ditempel ketat oleh Bartra segera melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang Barcelona yang dijaga oleh Claudio Bravo. Namun bola belum mengarah sasaran dan hanya melenceng + 1 meter di sisi kanan gawang Bravo.
Formasi mini berlian Barcelona

Formasi mini berlian Barcelona vs formasi mini berlian Madrid
Dari gambar 11 di atas dapat kita lihat bagaimana pertarungan di lini tengah. Kedua tim sama-sama membentuk formasi berlian mini. Namun dalam hal ini Barcelona jelas lebih unggul dari segi jumlah.  CR7 yang menjadi ujung tombak dari formasi berlian mini versi Madrid bergerak turun memancing pergerakan pemain belakang Barcelona. Usahanya cukup berhasil, namun keberadaan Busquet di posisi lapis kedua pertahanan Barcelona ditambah dengan posisi Bartra yang bergerak naik melakukan pressing kepada CR7 membuat Madrid kalah jumlah pemain 4 vs 5. Posisi kedua wing back Barcelona yang bergerak lebih ke dalam untuk menutup half space, tak mampu dimanfaatkan oleh kedua pemain sayap Madrid.

Babak pertama usai dengan skor 2-0 kemenangan sementara untuk Barcelona. Dibabak kedua saya tidak melakukan perubahan mengingat strategi yang saya mainkan dibabak pertama sudah sesuai dengan harapan saya. Hal ini ditambah lagi dengan formasi Madrid yang tidak berubah, dimana saya menganggap Madrid tidak melakukan perubahan strategi yang cukup besar. Babak kedua berlangsung dengan sengit, Madrid mulai meningkatkan intensitas serangan mereka dan juga mulai meningkatkan tempo permainan. Strategi kedua tim yang menggunakan tempo permainan cukup cepat dan blok pertahanan yang tinggi membuat permainan makin menarik, kedua tim saling bertukar serangan. Dibabak kedua, kompaksi ketiga pemain tengah Madrid sedikit terbuka dan menciptakan celah untuk dieksploitasi baik oleh Rakitic maupun Sergio Roberto. Pergerakan Messi dan Neymar seolah tak terbendung dan dengan mudahnya mampu mengeskploitasi half space yang ada. Madrid yang ingin mencoba mengambil alih permainan dengan secara beruntun membuat serangan kepada pertahanan Barcelona di menit-menit awal, masih juga tidak mampun menciptakan peluang yang berarti. Beberapa peluang tercipta cukup mengancam gawang Claudio Bravo, namun belum mampu berbuah gol. Tak ingin tertekan, Barcelona mencoba mengambil alih kembali permainan dengan mulai meningkatkan pressing kepada beberapa pemain tengah Madrid. Toni Kross yang dari awal babak pertama tidak mendapatkan instruksi clossing down, dibabak kedua nampak mulai melepaskan umpan-umpan panjang kedepan kepada CR7 dan sekali-kali dilakukannya ke arah sayap. Hali ini dimaksudkan untuk membuat sebuah serangan balik cepat dengan memanfaatkan kecepatan yang dimiliki oleh pemain-pemain Madrid untuk dengan cepat mencapai kotak penalti. Tak ingin kecolongan karena hal ini menjadi salah satu sebab permainan Madrid mulai berkembang, saya langsung mengaktifkan instruksi clossing down always kepada Toni Kross. Dan alhasil usaha ini membuat serangan Madrid mulai berkurang.

Barcelona mulai mengurung pertahanan Madrid dan menciptakan beberapa peluang emas. Sekali lagi pergerakan Messi dan Neymar benar-benar menjadi ancaman serius bagi pertahanan Madrid. Namun hingga babak kedua usai, semua peluang yang tercipta dibabak kedua ini tak satupun yang berbuah gol. Kemenangan 2-0 bertahan hingga pluit akhir babak kedua dibunyikan sekaligus mengantantarkan Barcelona menjuarai Supercopa de Espana dengan agregat 3-3 (Barcelona unggul gol tandang/away).




Bersambung di bag-4 (bagian terakhir), yang membahas analisa hasil pertandingan


Sumber referensi dibuatnya artikel ini :


0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.