Sidebar One

Pages

Rabu, 09 Mei 2018

ANALISA PERTANDINGAN BARCELONA 2-2 REAL MADRID (7/5/2018)

by Noval Yhan  |  in Taktik at  07.52


Sergio Ramos memeluk erat Andres Iniesta di lorong ruang ganti sesaat sebelum memasuki lapangan. Mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka dalam laga El-Clasico karena musim depan Iniesta tidak akan lagi memperkuat Barcelona.

Formasi
Barcelona memainkan formasi dasar 4-4-2 yang sering bertransformasi menjadi 4-3-3 atau 4-3-1-2 saat menyerang. Sementara Real Madrid memainkan formasi dasar 4-3-3 yang bertransformasi menjadi 3-4-3  atau 3-1-4-2 / 3-1-3-3 saat menyerang.
Gambar 1 - Line-Up Kedua Tim
Line-Up
Ernesto Valverde memainkan Sergio Roberto dan Jordi Alba sebagai bek kanan dan kiri mengapit 2 sentral bek Gerard Pique dan Samuel Umtiti. Baik Sergio Roberto maupun Jordi Alba sama-sama memiliki tambahan peran dan tugas membantu serangan dari area flank. Di barisan tengah dari kanan luar ditempati oleh Coutinho, kanan dalam diisi oleh Ivan Rakitic, kiri dalam ditempati oleh Busquet, sementara di kiri luar diisi oleh Andres Iniesta. Messi dan Suarez bersanding di depan, namun Lionel Messi lebih berposisi sedikit lebih dalam ketimbang Luis Suarez.

Di kubu Madrid Zidane memainkan Nacho dan Marcelo di full bek kanan dan kiri mengapit Varane dan Ramos sebagai sentral bek. Marcelo lebih diposisikan maju ke depan ketimbang Nacho sehingga Madrid nampak seperti bermain dengan 3 bek. Casemiro diturunkan sebagai holding midfielder diapit oleh Luka Modric dan Toni Kroos. Di depan Zidane menurunkan trio BBC Gareth Bale di kanan, Benzema di tengah, dan Cristiano Ronaldo di kiri.

Strategi
Babak Pertama
Barcelona dengan ciri khas mereka bermain dengan possession dan menekan menggunakan pressing blok tinggi sementara Madrid bermain dengan strategi counter attack dengan pressing blok yang juga cukup tinggi dan keduanya menerapkan zonal marking man oriented.

Dalam fase build-up Barcelona Pique dan Umtiti bergerak ke sisi luar sementara Rakitic dan Busquet sering turun sebagai akses vertikal. Namun build-up Barca seringkali tidak berjalan mulus karena Ronaldo dan Bale sama-sama berorientasi kepada Pique dan Umtiti. Sementara Benzema berorientasi kepada Busquet. Dalam proses build-up Madrid, Ramos selalu bergerak ke sisi kiri luar yang mendorong Marcelo lebih maju. Casemiro lebih cenderung statis dan jarang berperan aktif dalam proses build-up. Justru Kroos yang nampak selalu turun ke half space kiri sebagai akses vertikal.

Baik Barcelona maupun Madrid sama-sama mengeksploitasi zona yang sama. Barcelona mengeksploitasi sisi kiri pertahanan Madrid sementara Madrid mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Barcelona.

Messi bermain sebagai false 9 membuka ruang bagi Coutinho dan Roberto mengisi posisi di area flank kanan, namun Coutinho sendiri lebih cenderung bergerak ke area dalam sebagai pemain nomor 10. Benzema dan Ronaldo yang menempati posisi #9 dan #11 sering bertukar posisi, sementara Gareth Bale yang mengisi pos #7 seringkali harus turun hingga ke pos #2 dalam fase bertahan menggantikan Nacho yang bergerak masuk ke area central untuk mengcover Varane.

Di menit ke-3 babak pertama baru berjalan Barcelona mendapatkan peluang melalui sepakan Luis Suarez yang masih mampu diblokir oleh Raphael Varane. Lionel Messi dengan cermat membuka akses diagonal di zona 5 Madrid yang tidak terjaga. Marcelo yang berdiri di half space kiri cukup jauh untuk melakukan pressing kepada Messi, sehingga memaksa Ramos untuk bergerak naik melakukan pressing. Dengan cepat pemain bernomor punggung 10 tersebut melepaskan umpan terobosan ke ruang horizontal antara Varane dan Marcelo.

Gambar 2 - Messi yang membuka akses diagonal dari Rakitic

Gambar 3 - Messi melepaskan umpan terobosan melalui celah horizontal antara Varane & Marcelo
Posisi Marcelo di sisi kiri yang lebih naik hingga zona 9 dan 12 ketimbang Nacho di sisi kanan mengakibatkan zona 3 dan 6 Los Blancos terlihat kosong dan kerap kali dieksploitasi oleh Coutinho dan Roberto. Seperti halnya dalam proses gol pertama Barcelona, ketika Madrid berupaya melakukan overload di sisi kanan pertahanan Barcelona dimana Marcelo naik jauh hingga zona 12. Coutinho yang berhasil melepaskan umpan kepada Suarez yang membuka akses diagonal di antara Casemiro dan Ramos, dengan cepat pemain Uruguay tersebut mengalirkan bola ke zona 9 yang kemudian di kejar oleh Sergio Roberto. Varane dengan cepat mencoba menghadang Sergio Roberto, sementara Ramos bergerak turun mengisi posisi yang ditinggalkan Varane. Messi yang bergerak masuk ke dalam kotak penalti memancing pressing Nacho bergerak maju sehingga membuat Suarez bebas menjebloskan bola ke gawang Keylor Navas tanpa penjagaan setelah menerima umpan crossing dari Sergio Roberto.

Gambar 4 - Proses terjadinya gol pertama Barcelona
Gambar 5 - Proses terjadinya gol Barcelona
Setelah tertinggal 1-0 dari Barcelona, Madrid mencoba menaikkan tempo dan memperketat pressing. Madrid berusaha memenangkan overload di tengah dan mencoba mematikan build-up Barcelona.
Gambar 6 - Overload Madrid terhadap Barcelona
Iniesta sering menjadi sasaran marking dan pressing yang dilakukan oleh Luka Modric di area tengah. Hal ini membuat progres bola Barcelona lebih banyak mengalir dari Rakitic.

Tidak butuh lama bagi Madrid untuk membalas gol Barca, adalah C. Ronaldo yang berhasil membuat skor imbang 1-1 melalui sebuah skema serangan balik cepat.
Gambar 7 - Serangan balik Madrid
Gambar 8 - Proses terjadinya gol pertama Madrid
Setelah berhasil mematahkan serangan Barcelona yang dilakukan oleh Coutinho, Ramos menyapu bola ke Gareth Bale. Pemain Eks Totenham ini melakukan back pass kepada Casemiro. Rakitic dengan cepat melakukan pressing kepada Casemiro namun bola berhasil digulirkan kepada Kroos di tengah. Pressing Busquet yang terlambat terhadap Kross menyebabkan pemain bernomor punggung 5 itu berhasil dilewati oleh Eks punggawa Bayern Muenchen tersebut. Setelah mendrible bola dengan cepat hingga zona 12, bola digulirkan ke sisi kiri kepada Ronaldo, sementara Kroos bergerak melalui punggung Ronaldo yang sudah memasuki kotak penalti Barcelona. Sementara itu Benzema mengambil posisi 1 vs 1 di sisi kanan dengan Samuel Umtiti. Dua hal yang perlu saya sorot dalam proses terjadinya gol pertama Madrid ini adalah kegagalan Busquet melakukan pressing kepada Kroos serta kejelian Ronaldo yang memanfaatkan body shape Pique menjadi faktor utama dalam proses gol penyeimbang ini. Bola yang telah bergulir kepada Kroos di sisi kiri membuat body shape Pique membelakangi Ronaldo. Setelah bola disilangkan ke Benzema, dengan cepat Ronaldo mengakses celah horizontal antara Samuel Umtiti dan Pique sebelum pemain bernomor punggung 3 tersebut menyadari pergerakan Ronaldo.
Gambar 9 - Proses gol pertama Madrid

Gambar 10 - Cristiano Ronaldo memanfaatkan body shape Pique yang membelakanginya
Ronaldo memanfaatkan body shape Pique yang membelakanginya ketika bola masih berada di kaki Kroos. Dan ketika bola telah melewati kepalanya, body shape Pique yang mengikuti arah bola secara perlahan mulai menyadari keberadaan Ronaldo di belakangnya. Namun kecepatan pergerakan Ronaldo yang telah mendahuluinya, membuatnya terlambat untuk menghentikan Eks pemain Manchester United itu untuk mencetak gol hasil umpan dari Benzema.
Gambar 11 - Pique yang terlambat menyadari kadiran Ronaldo dari belakangnya


Babak Kedua
Gambar 12 - Line-up babak kedua

Akibat kartu merah yang diterima oleh Sergio Robert dipenghujung babak pertama karena meninju Marcelo, pada babak kedua Ernesto Valverde menarik keluar Philippe Coutinho dan memasukkan Nelson Semedo untuk mengisi posisi full bek kanan. Barcelona pun harus bermain dengan 10 orang menggunakan formasi 4-3-2 atau 4-3-1-1 (karena Messi lebih banyak bermain di pos #10). Tidak ada perubahan peran maupun tugas pada kubu Barcelona, yang berubah adalah mentalitas yang bermain mengandalkan counter attack tapi tetap mengutamakan possession dan build up dari bawah.

Di kubu Madrid Cristiano Ronaldo ditarik keluar dan diganti oleh Marco Asensio. Madrid masih bermain dengan bentuk yang sama seperti halnya di babak pertama. Namun kali ini mereka tampil dengan lebih menekan. Nacho yang di babak pertama bermain bertahan, kini lebih didorong ke depan seperti halnya Marcelo. Benzema lebih bermain sedikit dalam hingga pos #8, meninggalkan Asensio sendiri di depan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang balik. Gareth Bale yang di babak pertama sering terlihat turun hingga ke pos #2, kali ini nampak hanya turun sampai ke pos #10. Defensive line Madrid masih tetap sama seperti halnya dibabak pertama, yakni menggunakan high defensive line.

Enam menit berjalannya babak kedua, stadion Camp Nou bergemuruh setelah Lionel Messi membawa Barcelona unggul 2-1 melalui skema serangan balik. Setelah tembakan Asensio mampu di amankan oleh Andre Ter Stegen, mantan kiper Monchengladbach tersebut langsung mengarahkan bola kepada Iniesta. Dengan satu sentuhan dan dengan posisi badan yang membelakangi Suarez, Iniesta mengoperkan bola ke belakang yang langsung disambut oleh Suarez. Eks Liverpool tersebut pun langsung mendrible bola dan mencoba untuk melewati Varane. Meski sebelumnya terlihat bahwa Luis Suarez melanggar Varane yang mencoba untuk menghalanginya, namun wasit Alejandro Hernandez yang memimpin laga El Clasico tersebut tidak menilainya sebagai sebuah pelanggaran dan tetap melanjutkan permainan. Melihat posisi Messi yang tidak terjaga karena Ramos turun untuk melakukan pressing kepada Suarez, pemain bernomor punggung 9 itu langsung mengoper bola kepada Messi. Berhasil mengecoh Ramos dan Casemiro, Messi langsung mengarahkan bola ke tiang dekat gawang yang dijaga oleh Keylor Navas.
Gambar 13 - Proses gol kedua Barcelona


Memasuki menit ke 57 Iniesta ditarik keluar digantikan Paulinho Bezerra. Masuknya Paulinho membuat Barcelona mulai mengontrol permainan, para pemain Barca terlihat lebih tenang dalam mengola bola meski kalah jumlah pemain.

Real Madrid makin berkonsentrasi untuk menggagalkan proses build-up Barcelona. Toni Kroos naik lebih tinggi untuk menutup akses umpan dari Ter Stegen ke Rakitic sementara Benzema lebih berkonsentrasi untuk menutup akses ke Busquet. Untuk mengatasinya, Paulinho dan Semedo yang berperan untuk mencari ruang guna tetap menjaga progress bola.

Jika sebelumnya di babak pertama Benzema dan Ronaldo saling bertukar posisi untuk mengacaukan konsentrasi pemain belakang Barcelona, di babak kedua ini Benzema lebih banyak bertukar posisi dengan Gareth Bale di sisi kanan.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan unggul jumlah pemain, Real Madrid memanfaatkan lebar lapangan dan memfokuskan serangan melalui flank. Untuk lebih mengefektifkan serangan, Madrid menarik keluar Nacho Fernandez di menit ke-67 dan memasukkan Lucas Vazquez yang memiliki naluri menyerang.

Masuknya Vazquez mulai membuat Alba lebih berkonsentrasi bertahan ketimbang memberikan support. Messi dan Suarez lebih sering berganti peran untuk mengisi pos #10 atau #8. Hal ini dilakukan untuk mengacaukan konsentrasi pemain belakang Madrid. Varane pun terpancing untuk naik lebih tinggi keluar dari posnya melakukan press terhadap Suarez yang membuat keadaan 1 vs 1 antara Messi dengan Ramos. Sehingga dimenit ke 70 Messi hampir saja menggetarkan jala gawang Navas andai sepakan Messi tidak berhasil ditepisnya.

Real Madrid mulai mencoba opsi untuk melakukan overload di tengah guna membongkar pertahanan Barcelona. Marcelo dan Vazquez mengambil posisi lebih lebar di sisi lapangan untuk mengacaukan konsentrasi dua full bek Barca. Cara inipun berhasil dan berbuah gol yang dicetak oleh Bale. Setelah memancing pressing ketiga pemain tengah Barcelona (Rakitic, Paulinho, dan Busquet) yang tidak dibarengi dengan naiknya pemain belakang Barcelona, Asensio memanfaatkan ruang vertikal di antara pemain belakang dan pemain tengah dengan melepaskan umpan ke Gareth Bale yang sudah masuk ke zona 5. Body shape Asensio ketika mengoper bola kepada Bale juga memberikan pengaruh positif dalam proses gol tersebut, seakan-akan Asensio mengoper bola kepada Benzema sehingga menarik pressing Pique untuk menutup akses ke Benzema. Benzema mencoba berlari ke depan untuk menarik konsentrasi Umtiti sehingga membuka ruang horizontal yang cukup besar antara Umtiti dan Alba. Bale pun tak menyia-nyiakan kesempatan dengan melepaskan sebuah tembakan terarah sebelum dihalangi oleh Alba yang mengarah ke sisi kanan atas gawang yang tak mampu dijangkau oleh Andre Ter Stegen.

Barcelona mencoba bangkit kembali, Alba dan Semedo mulai terlihat menjalankan peran untuk membantu serangan. Gerard Pique pun terkadang ikut naik, adalah Busquet yang mengisi pos yang ditinggalkan Pique ketika bola berhasil direbut pemain Madrid. Dalam fase bertahan Barcelona mulai meminimalisir jarak antara barisan belakang dan barisan tengah yang membuat Madrid memfokuskan serangan melalui sayap.

Kesimpulan
Kegagalan Busquet melakukan pressing terhadap Toni Kroos menjadi salah satu penyebab terjadinya gol balasan Madrid di babak pertama. Begitu pula kejelian Ronaldo yang memanfaatkan body shape Pique yang tidak sempurna memarkingnya menjadi penyebab kedua atas gol balasan tersebut.

Sergio Roberto mungkin harus lebih bisa menahan emosinya sehingga tidak akan merugikan timnya. Tindakannya yang memukul wajah Marcelo memaksa wasit utama Alejandro Hernandez menghadiahinya kartu merah. Dalam pertandingan yang penting seperti ini dibutuhkan konsentrasi penuh serta kematangan emosi untuk tidak terpancing dengan profokasi tim lawan, apalagi untuk pemain sekelas Roberto.

Meski bermain dengan 10 orang di babak kedua, Barcelona tetap mampu bermain diluar tekanan. Perubahan strategi mengandalkan serangan balik cukup membuat Madrid tidak banyak mendominasi pertandingan meski sudah unggul jumlah pemain.

Satu hal yang membuat saya tertarik untuk menonton dan mengulas pertandingan ini adalah, strategi Madrid yang mengandalkan serangan balik cepat. Setelah berhasil mematahkan serangan Barcelona kedua midfielder Madrid yakni Kroos dan Modric langsung berkonsentrasi cepat untuk ikut terlibat dalam fase transisi menyerang.

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.