Ok guys, ini
artikel kedua saya di blog ini yang merupakan bagian kedua dari artikel
sebelumnya yang dapat anda lihat disini.
Sebelum
agan melanjutkan membaca cerita saya ini, perlu saya ingatkan terlebih dahulu
bahwa segala tindakan/keputusan yang saya ambil dalam cerita ini adalah
berdasarkan pemahaman saya sendiri. Tindakan/keputusan ini tidak mutlak untuk
anda jadikan sebagai panduan tetap, namum bisa anda jadikan sebagai panduan
sementara atau tambahan pengetahuan saja.
MERANCANG
TAKTIK
Ok guys,
setelah selesai menganalisa hasil pertandingan di leg pertama, saya sudah
mempersiapkan sebuah taktik sambil menunggu hasil laporan dari opposition
analyst. Saya masih mengusung formasi yang sama yakni 4-1DM-2-3, namun kali ini
tidak ingin salah lagi dalam menentukan role pemain. Ingatkah anda dengan
sebuah artikel yang pernah saya baca yakni Taktik Imitasi Jerman GulingkanItalia oleh Mas Ganesha Putera?.
Seperti ini pula saya akan melakukannya. Saya akan menjiplak sedikit cara
bermain gelandang tengah Madrid. Begitu pula dengan formasi mini berlian yang
didukung oleh masing-masing 1 orang pemain sayap di luar formasi mini berlian,
maka saya akan menempatkan pemain pada posisi DM, MCR, MCL, dan STC untuk
membentuk fomasi ini, kemudian didukung oleh oleh 2 bek sayap namun hanya
sekedar support tanpa pergerakan ekstrim seperti halnya di leg pertama.
Sementara itu 2 pemain pada posisi AMR dan AML akan saya jadikan sebagai pemain
kunci memanfaatkan ruang kosong yang diciptakan oleh pergerakan STC. Kemudian
akan memfokuskan serangan dari tengah. Sedikit catatan bahwa di leg pertama
Madrid benar-benar sangat sulit untuk ditembus melalui serangan tangah
(exploite middle) karena formasi 3 pemain tengah (DM, MCR,dan MCL) yang
membentuk formasi segi tiga yang kompak dan sulit untuk ditembus. Namun
meskipun sangatlah sulit untuk ditembus, saya akan tetap menjadikannya sebagai tantangan dengan mencoba membongkar
formasi ini dengan memanfaatkan 2 MCR dan MCL saya sebagai pemain yang akan
memancing keluar ketiga pemain tersebut dari posisinya. Detailnya sebagai
berikut :
1. Posisi kiper akan saya beri role yang sama
seperti pada pertandingan sebelumnya yakni Sweeper Keeper dengan duty support
(SK-S) dengan player instruction : distribute
to full backs (ini dimaksudkan untuk tetap menjaga possession), take short kicks, dan distribute quickly (untuk membangun
serangan balik yang cepat).
![]() |
| Instruksi pemain untuk kiper |
2. Posisi DR dan DL saya beri role Wing Back dengan
duty support (WB-S) dengan tujuan memberikan dukungan serangan dari sektor
sayap. Ingat artikelnya Mas Ryan Tank dengan judul Analisa Taktis Dalam Sepak
Bola? Dimana pada bagian pertama artikel ini saya pernah berjanji akan membahas
secara rinci point 2 dan 3. Pada poin 2 disebutkan untuk membentuk formasi mini
berlian dengan dukungan masing-masing 1 pemain dari sektor sayap di luar bentuk
formasi mini berlian. Inilah yang akan saya lakukan pada pemain di posisi DR
dan DL, menjadikan keduanya sebagai pemain pendukung dalam formasi mini berlian
melalui pergerakan mereka di sektor sayap guna guna memaksa tim lawan membuka
pertahanan mereka. Keduanya saya berikan instruksi : tackle harder (dimaksudkan untuk menghentikan pergerakan pemain
sayap lawan) dan sit narrower (membentuk
pertahanan yang sangat rapat dan menghindari terciptanya half space).
![]() |
| Instruksi pemain untuk bek kanan |
![]() |
| Instruksi pemain untuk bek kiri |
3. Pemain di posisi CBR dan CBL saya beri role
CD-Defend guna membentuk bek yang sejajar. Namun instruksi yang akan saya
berikan kepada keduanya tidaklah sama. CBR saya berikan instruksi close down
more (berguna untuk melakukan pressing kepada striker lawan), tackle harder
(berguna untuk menghentikan striker lawan dengan tekel keras), dan mark tighter
(berguna untuk menjaga strikr lawan, namun dalam hal ini saya belajar pada leg
pertama yang mengaktifkan mark tight specific, untuk kali ini saya tidak akan
mengaktifkannya). Untuk posisi CBL instruksinya hampir sama, namun perbedaannya
adalah saya tidak mengaktifkan instruksi close down more.
![]() |
| Instruksi pemain untuk CBR |
![]() |
| Instruksi pemain untuk CBL |
4. Pemain pada posisi DM saya beri role
Regista-Supprt yang akan diperankan oleh Sergio Busquet. Alasan memilih role
ini adalah pertama karena Madrid tidak menggunakan pemain pada posisi AMC.
Kedua, saya ingin menjadikan pemain pada posisi ini menjadi bagian dari formasi
mini berlian bukan dengan tugas bertahan tapi untuk tugas support dan menjadi
kreator serangan dari sektor belakang. Dan alasan yang ketiga adalah saya tahu
bahwa Madrid pasti akan bermain bertahan mengingat mereka sudah unggul di leg
pertama dengan skor selisih 2 gol (Sepertinya Madrid berfikir bahwa saya akan
kesulitan untuk mengejar defisit 2 gol tersebut).
![]() |
| Instruksi pemain untuk DM |
5. Berangkat dari pengalaman di leg pertama, saya
tidak ingin gegabah dalam menetapkan role untuk kedua MC saya. Meski ingin
menyerang saya tetap harus menyeimbangkannya dengan pertahanan. Mangingat
pemain di posisi DM telah saya beri role Regista dengan dutty support maka saya
harus memiliki seorang pemain tengah yang memberikan keseimbangan pertahanan
pada lapangan tengah. Rakitic yang pada leg pertama dan pertandingan melawan
Valencia kemarin belum saya mainkan, memang sengaja saya persiapkan untuk laga ini.
Saya menempatkannya pada posisi MCR dengan role CM-Support. Karakter bermain
Rakitic yang kreatif dalam membagi bola saya maksimalkan dengan instruksi shoot more often, close down more (dijadikan sebagai pressure utama, mempressure
pemain tengah Madrid), tackle harder
(menghentikan pergerakan pemain Madrid, terutama kreator serangan), dan more direct passes. Sementara itu pada
posisi MCL saya percayakan kepada Sergio Roberto. Sedikit catatan tentang
pemain ini, Sergio Roberto mulai saya mainkan secara reguler di musim kedua, permainannya
bagus sampai-sampai Xavi tersingkir dari skuad utama karena pemain satu ini.
Musim lalu saya memainkannya sebagai Roaming Playmaker, namun untuk musim ini
saya mencoba memainkannya dengan role box to box. Instruksi player untuk posisi
MCL saya buat sama dengan posisi MCR. Mengingat rencana saya untuk
mengexploitasi tengah lapangan sementara pengalaman di leg pertama pertahanan
Madrid di sektor tengah sangat sulit untuk ditembus, saya akan menjadikan kedua
pemain ini sebagai umpan untuk memancing 2 dari 3 pemain Madrid yang berada di
tengah untuk melakukan pressure kepada mereka. Caranya adalah dengan
menaktifkan instruksi shoot more often,
dengan instruksi ini pemain tengah Madrid akan berekasi menutup semua ruang
tembak Rakitic maupun S. Roberto. Kemudian memanfaatkan STC (yang rencananya
akan diisi oleh Luis Suarez) untuk memancing kedua bek tengah Madrid sehingga
tercipta ruang kosong yang dapat dieksploitasi oleh AMR dan AML.
![]() |
| Instruksi pemain untuk MCR |
![]() |
| Instruksi pemain untuk MCL |
6. Posisi AMR akan diisi oleh Lionel Messi dengan
role IF-Attack. Dipertemuan pertama Messi tidak dapat dimainkan karena masih
melakoni Final Olimpiade bersama Neymar. Seperti yang telah jelaskan sebelumnya
bahwa saya akan memanfaatkan AMR dan AML sebagai kunci kemenangan dengan
menjadikan mereka sebagai pencetak gol. Instruksi player yang saya aktifkan untuk
pemain pada posisi ini hanyalah sit
narrower (dengan tujuan memberikan ruang bagi bek saya untuk
mengeksploitasi sisi lapangan serta memanfaatkan ruang kosong yang dibuat oleh
STC), serta roam from position.
![]() |
| Instruksi pemain untuk AMR |
7. Posisi AML rencananya akan diisi oleh Neymar
dengan instruksi pemain seperti halnya AMR.
![]() |
| Instruksi pemain untuk AML |
8. Posisi STC akan diisi oleh Luis Suarez dengan
role DLF-Attack. Instruksi pemain yang diaktifkan adalah close down more
(dengan instruksi ini, pemain pada posisi STC ini akan menjadi pressur bagi
pemain-pemain belakang Madrid sehingga mereka sulit untuk membangun serangan
dari bawah). Tackle harder (bertujuan melakukan tekel keras dengan tujuan
menjadikan pemain-pemain Madrid dan tidak akan berlama-lama dalam menahan
bola). Serta instruksi yang terakhir adalah roam from position yang dipadukan
dengan swap player dengan posisi AMR dengan tujuan agar pemain belakang Madrid kebingungan
dalam menentukan pemain mana yang harus dijaga ketat.
![]() |
| Instruksi pemain untuk striker |
Sementara itu
saya melakukan set untuk mentality pemain menjadi Attack mengingat kami bermain
di markas sendiri dan harus mengejar defisit 2 gol untuk mencapai kemenangan
sehingga saya memilih mentality ini. Untuk team shape saya set ke fluid.
Instruksi tim saya set sepeti pada gambar di bawah ini.
![]() |
| Team Instructions |













Iron-Titanium-Arms - TITIA ART - Tatian-Arms
BalasHapus› articles how much is titanium worth › titanium-action › articles › titanium-action The titanium drill bits Iron-Titanium-Arms sia titanium is the titanium white dominus price gold-silver alloy that can be used for grinding silver babyliss pro titanium flat iron ore and other metals as well. Iron-Titanium-Arms is the