Sidebar One

Pages

Minggu, 31 Juli 2016

Partai Final Supercopa de Espana Leg-2 Melawan Real Madrid (Bag-2) #FM15

by Noval Yhan  |  in Taktik at  07.27

Ok guys, ini artikel kedua saya di blog ini yang merupakan bagian kedua dari artikel sebelumnya yang dapat anda lihat disini.

Sebelum agan melanjutkan membaca cerita saya ini, perlu saya ingatkan terlebih dahulu bahwa segala tindakan/keputusan yang saya ambil dalam cerita ini adalah berdasarkan pemahaman saya sendiri. Tindakan/keputusan ini tidak mutlak untuk anda jadikan sebagai panduan tetap, namum bisa anda jadikan sebagai panduan sementara atau tambahan pengetahuan saja.

MERANCANG TAKTIK
Ok guys, setelah selesai menganalisa hasil pertandingan di leg pertama, saya sudah mempersiapkan sebuah taktik sambil menunggu hasil laporan dari opposition analyst. Saya masih mengusung formasi yang sama yakni 4-1DM-2-3, namun kali ini tidak ingin salah lagi dalam menentukan role pemain. Ingatkah anda dengan sebuah artikel yang pernah saya baca yakni Taktik Imitasi Jerman GulingkanItalia oleh Mas Ganesha Putera?. Seperti ini pula saya akan melakukannya. Saya akan menjiplak sedikit cara bermain gelandang tengah Madrid. Begitu pula dengan formasi mini berlian yang didukung oleh masing-masing 1 orang pemain sayap di luar formasi mini berlian, maka saya akan menempatkan pemain pada posisi DM, MCR, MCL, dan STC untuk membentuk fomasi ini, kemudian didukung oleh oleh 2 bek sayap namun hanya sekedar support tanpa pergerakan ekstrim seperti halnya di leg pertama. Sementara itu 2 pemain pada posisi AMR dan AML akan saya jadikan sebagai pemain kunci memanfaatkan ruang kosong yang diciptakan oleh pergerakan STC. Kemudian akan memfokuskan serangan dari tengah. Sedikit catatan bahwa di leg pertama Madrid benar-benar sangat sulit untuk ditembus melalui serangan tangah (exploite middle) karena formasi 3 pemain tengah (DM, MCR,dan MCL) yang membentuk formasi segi tiga yang kompak dan sulit untuk ditembus. Namun meskipun sangatlah sulit untuk ditembus, saya akan tetap menjadikannya sebagai tantangan dengan mencoba membongkar formasi ini dengan memanfaatkan 2 MCR dan MCL saya sebagai pemain yang akan memancing keluar ketiga pemain tersebut dari posisinya. Detailnya sebagai berikut :
1.  Posisi kiper akan saya beri role yang sama seperti pada pertandingan sebelumnya yakni Sweeper Keeper dengan duty support (SK-S) dengan player instruction : distribute to full backs (ini dimaksudkan untuk tetap menjaga possession), take short kicks, dan distribute quickly (untuk membangun serangan balik yang cepat).
Instruksi pemain untuk kiper

2.   Posisi DR dan DL saya beri role Wing Back dengan duty support (WB-S) dengan tujuan memberikan dukungan serangan dari sektor sayap. Ingat artikelnya Mas Ryan Tank dengan judul Analisa Taktis Dalam Sepak Bola? Dimana pada bagian pertama artikel ini saya pernah berjanji akan membahas secara rinci point 2 dan 3. Pada poin 2 disebutkan untuk membentuk formasi mini berlian dengan dukungan masing-masing 1 pemain dari sektor sayap di luar bentuk formasi mini berlian. Inilah yang akan saya lakukan pada pemain di posisi DR dan DL, menjadikan keduanya sebagai pemain pendukung dalam formasi mini berlian melalui pergerakan mereka di sektor sayap guna guna memaksa tim lawan membuka pertahanan mereka. Keduanya saya berikan instruksi : tackle harder (dimaksudkan untuk menghentikan pergerakan pemain sayap lawan) dan sit narrower (membentuk pertahanan yang sangat rapat dan menghindari terciptanya half space).
Instruksi pemain untuk bek kanan

Instruksi pemain untuk bek kiri

3.     Pemain di posisi CBR dan CBL saya beri role CD-Defend guna membentuk bek yang sejajar. Namun instruksi yang akan saya berikan kepada keduanya tidaklah sama. CBR saya berikan instruksi close down more (berguna untuk melakukan pressing kepada striker lawan), tackle harder (berguna untuk menghentikan striker lawan dengan tekel keras), dan mark tighter (berguna untuk menjaga strikr lawan, namun dalam hal ini saya belajar pada leg pertama yang mengaktifkan mark tight specific, untuk kali ini saya tidak akan mengaktifkannya). Untuk posisi CBL instruksinya hampir sama, namun perbedaannya adalah saya tidak mengaktifkan instruksi close down more.
Instruksi pemain untuk CBR

Instruksi pemain untuk CBL

4.  Pemain pada posisi DM saya beri role Regista-Supprt yang akan diperankan oleh Sergio Busquet. Alasan memilih role ini adalah pertama karena Madrid tidak menggunakan pemain pada posisi AMC. Kedua, saya ingin menjadikan pemain pada posisi ini menjadi bagian dari formasi mini berlian bukan dengan tugas bertahan tapi untuk tugas support dan menjadi kreator serangan dari sektor belakang. Dan alasan yang ketiga adalah saya tahu bahwa Madrid pasti akan bermain bertahan mengingat mereka sudah unggul di leg pertama dengan skor selisih 2 gol (Sepertinya Madrid berfikir bahwa saya akan kesulitan untuk mengejar defisit 2 gol tersebut).
Instruksi pemain untuk DM

5.     Berangkat dari pengalaman di leg pertama, saya tidak ingin gegabah dalam menetapkan role untuk kedua MC saya. Meski ingin menyerang saya tetap harus menyeimbangkannya dengan pertahanan. Mangingat pemain di posisi DM telah saya beri role Regista dengan dutty support maka saya harus memiliki seorang pemain tengah yang memberikan keseimbangan pertahanan pada lapangan tengah. Rakitic yang pada leg pertama dan pertandingan melawan Valencia kemarin belum saya mainkan, memang sengaja saya persiapkan untuk laga ini. Saya menempatkannya pada posisi MCR dengan role CM-Support. Karakter bermain Rakitic yang kreatif dalam membagi bola saya maksimalkan dengan instruksi shoot more often, close down more (dijadikan sebagai pressure utama, mempressure pemain tengah Madrid), tackle harder (menghentikan pergerakan pemain Madrid, terutama kreator serangan), dan more direct passes. Sementara itu pada posisi MCL saya percayakan kepada Sergio Roberto. Sedikit catatan tentang pemain ini, Sergio Roberto mulai saya mainkan secara reguler di musim kedua, permainannya bagus sampai-sampai Xavi tersingkir dari skuad utama karena pemain satu ini. Musim lalu saya memainkannya sebagai Roaming Playmaker, namun untuk musim ini saya mencoba memainkannya dengan role box to box. Instruksi player untuk posisi MCL saya buat sama dengan posisi MCR. Mengingat rencana saya untuk mengexploitasi tengah lapangan sementara pengalaman di leg pertama pertahanan Madrid di sektor tengah sangat sulit untuk ditembus, saya akan menjadikan kedua pemain ini sebagai umpan untuk memancing 2 dari 3 pemain Madrid yang berada di tengah untuk melakukan pressure kepada mereka. Caranya adalah dengan menaktifkan instruksi shoot more often, dengan instruksi ini pemain tengah Madrid akan berekasi menutup semua ruang tembak Rakitic maupun S. Roberto. Kemudian memanfaatkan STC (yang rencananya akan diisi oleh Luis Suarez) untuk memancing kedua bek tengah Madrid sehingga tercipta ruang kosong yang dapat dieksploitasi oleh AMR dan AML.
Instruksi pemain untuk MCR

Instruksi pemain untuk MCL

6.      Posisi AMR akan diisi oleh Lionel Messi dengan role IF-Attack. Dipertemuan pertama Messi tidak dapat dimainkan karena masih melakoni Final Olimpiade bersama Neymar. Seperti yang telah jelaskan sebelumnya bahwa saya akan memanfaatkan AMR dan AML sebagai kunci kemenangan dengan menjadikan mereka sebagai pencetak gol. Instruksi player yang saya aktifkan untuk pemain pada posisi ini hanyalah sit narrower (dengan tujuan memberikan ruang bagi bek saya untuk mengeksploitasi sisi lapangan serta memanfaatkan ruang kosong yang dibuat oleh STC), serta roam from position.
Instruksi pemain untuk AMR

7.     Posisi AML rencananya akan diisi oleh Neymar dengan instruksi pemain seperti halnya AMR.
Instruksi pemain untuk AML

8.  Posisi STC akan diisi oleh Luis Suarez dengan role DLF-Attack. Instruksi pemain yang diaktifkan adalah close down more (dengan instruksi ini, pemain pada posisi STC ini akan menjadi pressur bagi pemain-pemain belakang Madrid sehingga mereka sulit untuk membangun serangan dari bawah). Tackle harder (bertujuan melakukan tekel keras dengan tujuan menjadikan pemain-pemain Madrid dan tidak akan berlama-lama dalam menahan bola). Serta instruksi yang terakhir adalah roam from position yang dipadukan dengan swap player dengan posisi AMR dengan tujuan agar pemain belakang Madrid kebingungan dalam menentukan pemain mana yang harus dijaga ketat.
Instruksi pemain untuk striker

 
Mentality dan Team Shape

Sementara itu saya melakukan set untuk mentality pemain menjadi Attack mengingat kami bermain di markas sendiri dan harus mengejar defisit 2 gol untuk mencapai kemenangan sehingga saya memilih mentality ini. Untuk team shape saya set ke fluid. Instruksi tim saya set sepeti pada gambar di bawah ini.
Team Instructions


1 komentar:

  1. Iron-Titanium-Arms - TITIA ART - Tatian-Arms
    › articles how much is titanium worth › titanium-action › articles › titanium-action The titanium drill bits Iron-Titanium-Arms sia titanium is the titanium white dominus price gold-silver alloy that can be used for grinding silver babyliss pro titanium flat iron ore and other metals as well. Iron-Titanium-Arms is the

    BalasHapus

Proudly Powered by Blogger.